fbpx

Notice: Array to string conversion in /home/anas8148/public_html/wp-content/themes/porto/single.php on line 43

7 Kandungan Dalam Skincare
yang Perlu Kamu Hindari

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Dalam memilih skincare yang bagus dan cocok dengan kulit, tentu kita harus memperhatikan kandungan apa yang ada di dalamnya. Dengan memperhatikan kandungan yang ada di dalamnya, kita dapat menyesuaikan dengan jenis kulit dan masalah kulit yang sedang amu alami.

Namun, kamu harus tahu nih guys, ada beberapa kandungan di dalam skincare yang seharusnya kamu hindari agar tidak merusak kulit.

Apa aja ya? Yuk, simak ulasannya!

1. Paraben

Paraben sangat umum digunakan dalam berbagai produk kecantikan, mulai dari make up, pelembap, skincare, krim anti-aging, dan lain-lain. Food and Drug Administration (FDA) menyatakan bahwa paraben masih memiliki keterkaitan dengan kanker payudara, kanker kulit, gangguan reproduksi, hingga sistem endoktrin.  

Paraben juga memiliki beberapa turunan aktif, seperti butylparabenethylparabenpropylparaben dan methylparaben yang juga dapat memberikan efek negatif, seperti kanker payudara dan penurunan jumlah sperma pada laki-laki. Efek samping lainnya adalah adanya reaksi alergi, dermatitis, dan rosacea (kemerahan pada kulit).  

2. Sodium lauryl sulfate (SLS)

Pernahkah kamu mendengar istilah sodium lauryl suifate (SLS)? Kandungan ini banyak terdapat dalam produk sehari-hari, seperti sampo, sabun mandi, obat kumur, sabun wajah, dan bedak. Dilansir dari laman Helow Glow, SLS dapat menyebabkan iritasi kulit, sariawan, gangguan keseimbangan sebum (minyak alami kulit), dan kerusakan mata. Selain itu, kandungan ini juga dapat menimbulkan munculnya jerawat di area dagu dan mulut.

Produk yang mengandung SLS biasanya memiliki jumlah busa yang lebih banyak. Kandungan ini disarankan untuk dihindari, khususnya bagi mereka yang memiliki masalah jerawat, kulit inflamasi, dan rosacea. Seorang dokter spesialis kulit, dr.Anita Stumham menyebutkan bahwa sadium lauryl suifate dapat menyebabkan kulit menjadi kemerahan, kekeringan, mengelupas, sensitif, dan kulit seperti ketarik.

3. Fragrance / Parfum Buatan

Menggunakan parfum merupakan salah satu kebutuhan wajib agar tubuh tetap wangi dan terhindar dari bau badan. Namun, beda halnya dengan penggunaan parfum dalam skincare atau kosmetik. Produk yang biasanya mengandung parfum, antara lain produk moisturizer, hand cream, dan produk perawatan rambut. Efek negatif dalam penggunaan parfum buatan dalam skincare dan kosmetik, misalnya sakit kepala, kulit iritasi, alergi, asma, gangguan pernapasan, hingga dapat mengganggu sistem reproduksi dan menimbulkan risiko kanker (dilansir dari laman Rooy & Revel).

Perlu diketahui juga, bahan-bahan yang terdapat dalam parfum juga memiliki efek negatif. Sebagai contoh, phthalate yang dapat mempengaruhi keseimbangan hormon khususnya pada perempuan, mengganggu produksi androgen, mengganggu metabolism dan resistensi insulin. Atau misalnya styrene yang bersifat kanker, dan ethanol yang dapat menyebabkan kulit kering.

4. Hydroquinone

Istilah hydroquinone pasti tidak asing kamu dengar kan? Hydroquinone sebenarnya merupakan bahan aktif yang berperan untuk mencerahkan kulit. Namun, penggunaannya tidak bisa sembarangan dan harus sesuai dengan resep dokter.

Food & Drug Administration (FDA) memperingatkan agar hati-hati dengan bahan aktif satu ini, karena dipercaya dapat meningkatkan risiko kanker. Penggunaan hydroquinone juga dilarang di berbagai negara, seperti Jepang, Australia, dan beberapa negara di Eropa. Efek samping penggunaan hydroquinone bagi kulit, yaitu kulit kemerahan, kering, terasa terbakar dan tersengat. Maka dari itu, sangat disarankan untuk menghindari penggunaan hydroquinone.

5. Triclosan

Triclosan adalah agen antibakteri yang pernah digunakan dalam sabun antibakteri. Triclosan banyak kita jumpai pada deodorant, sabun antibakteri, dan sabun antibakteri, juga berbagai produk skincare. Pada tahun 2016, sabun dilarang digunakan di tempat perawatan kesehatan, tetapi masih diizinkan di kosmetik pribadi. Zat kimia ini berkaitan dengan gangguan hormonal, resistensi bakteri, gangguan fungsi otot, dan gangguan fungsi kekebalan tubuh. Triclosan juga dapat meningkatkan munculnya alergi. 

Berdasarkan penelitian dar Washington University, meskipun bersifat antibakteri, triclosan justru membuat bakteri lebih kuat dan tahan lama. Akibatnya, tubuh akan mengalami gangguan hormonal, resistensi bakteri, gangguan fungsi otot dan kekebalan tubuh, hingga meningkatnya alergi.

6. Phthalates

Phthalates banyak digunakan pada produk losion, cat kuku, dan hair spray. Phthalates dikenal sebagai pengganggu endokrin dan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara, perkembangan payudara dini pada anak perempuan, dan cacat lahir reproduksi pada pria dan wanita. Keberadaan phthalates tidak selalu dicantumkan pada semua produk. Bahan kimia satu ini keberadaannya diganti dengan label perfume atau secret formula. Jika kamu menemukan ingredient secret formula daam skincare, sebaiknya hati-hati, karena bisa saja itu kandungan yang berbahaya yang diformulasikan dalam skincare tersebut.

So, kamu haus selektif dalam memilih skincare dan memperhatikan kandungannya ya guys. Jangan sampai salah pilih! Semoga bermanfaat!

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram