fbpx

Notice: Array to string conversion in /home/anas8148/public_html/wp-content/themes/porto/single.php on line 43

Perbedaan Dari AHA, BHA, dan PHA
yang terdapat dalam Skincare

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

PERBEDAAN AHA, BHA, DAN PHA

AHA (alpha hydroxy acid)  dan BHA (beta hydroxy acid) adalah 2 jenis kandungan golongan asam hidroksi yang berperan penting dalam eksfoliasi atau pengelupasan sel kulit mati. Sedangkan PHA (Polyhydroxy Acid) ialah senyawa yg mirip bekerja serupa dengan AHA, hanya dengan ukuran molekul yg lebih besar.

Tahukah kamu, setiap harinya tubuh memproduksi sel kulit baru menggantikan sel kulit lama yang sudah mati. Namun terkadang sel kulit mati ada yang tidak terlepas sempurna di kulit wajah sehingga membutuhkan eksfoliasi agar bakteri tidak tumbuh dan menimbulkan masalah kulit wajah. itulah sebabnya, untuk membersihkan sel kult mati yang ada di kulit wajah diperlukan bahan aktif seperti AHA dan BHA.

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah AHA, BHA, dan PHA, tapi belum tahu perbedaannya? Yuk, kita bahas!

1. AHA (Alpha Hydroxy Acid)

AHA (Alpha Hydroxy Acid) adalah salah satu kelompok asam yang ditemukan secara alami pada makanan, seperti tebu, jeruk, anggur, dan apel. AHA dipercaya sangat bermanfaat mencegah tanda-tanda penuaan dan membuat kulit lebih sehat. Sehingga tak jarang kandungan ini dijadikan sebagai salah satu kandungan dalam produk kecantikan, seperti toner, pelembap, krim wajah, krim mata, cleanser, dan masker.

Jenis-jenis AHA:

  1. Asam sitrat (citric acid) dari jenis buah-buahan citrus
  2. Asam glikolat (glycolic acid) dari gula tebu
  3. Asam malat (malic acid) dari buah apel
  4. Asam tartarat (tartaric acid) dari ekstrak buah anggur
  5. Asam laktat (lactic acid) dari laktosa pada susu dan produk karbohidrat lain
  6. Asam mandelat (mandelic acid) dari ekstrak almond
  7. Hydroxy caproic acid dari royal jelly
  8. Hydroxy caprylic acid adalah banyak terkandung pada produk hewani

Jenis AHA yang paling popular dan umum digunakan dalam produk perawatan kulit adalah glycolic acid dan lactic acid karena jarang membuat iritasi di kulit wajah.

Ciri-ciri AHA:

  1. Kandungan AHA larut dalam air
  2. Aman untuk semua jenis kulit karna fungsinya bekerja di permukaan kulit saja
  3. AHA melapisi semua permukaan kulit sehingga bisa menghaluskan dan mencerahkan kulit.
  4. Kandungan AHA dalam produk eksfoliasi berfungsi mengangkat sel kulit mati

Bagaimana Cara Mendapatkan Manfaat AHA?

Secara umum, AHA sangat aman dan terbukti efektif digunakan pada kulit. Namun kamu harus tahu takaran penggunaan AHA agar tidak mengiritasi kulit. Beberapa cara mendapatkan manfaat AHA, antara lain:

  1. Menggunakan produk dengan tingkat konsentrasi AHA kurang dari 10% untuk pemakaian yang tidak terlalu sering, misalnya 2 minggu sekali
  2. Menggunakan produk AHA dengan konsentrasi lebih rendah, yaitu sekitar 5%, untuk penggunaan sehari-hari seperti pada serum, toner, dan pelembap
  3. Menggunakan sunscreen setiap hari dan mengoleskannya kembali tiap 2 jam bila menggunakan produk perawatan berbahan dasar AHA
  4. Memilih produk AHA dari sumber yang terpercaya dan sudah izin BPOM

Jika kamu belum pernah menggunakan AHA sebelumnya, kamu mungkin akan mengalami efek samping ringan saat kulit menyesuaikan diri dengan produk berbahan AHA. Efek samping sementara yang mungkin muncul seperti gatal, kemerahan, dan iritasi. Untuk mengurangi risiko munculnya efek samping, gunakanlah produk AHA dengan selang 1 hari untuk beberapa minggu pertama. Ketika kulit sudah terbiasa dengan AHA, kamu bisa mencoba menggunakannya setiap hari.

2. BHA (Beta Hydroxy Acid)

BHA (Beta Hydroxy Acid) adalah asam larut lemak yang biasanya didapat dari kulit pohon willow, kayu manis, atau daun wintergreen. BHA berfungsi untuk mengeksfoliasi atau mengelupas kulit dengan cara menyingkirkan sel kulit mati di wajah. BHA mampu menyingkirkan sebum dan sel kulit yang menyumbat pori-pori. Salah satu jenis BHA yang paling umum ditemukan dan paling banyak dipasarkan adalah asam salisilat (salicylic acid). Golongan asam ini terbuat dari aspirin yang berfungsi untuk mengobati jerawat. 

Namun, selain mengeringkan jerawat, asam salisilat ternyata juga berfungsi untuk membersihkan kulit mati serta mengurangi produksi minyak alami (sebum) sehingga mengurangi terbentuknya komedo hitam (blackhead) dan komedo putih (whiteheads). Disarankan untuk mengguakan produk perawatan kulit yang mengandung asam salisilat dengan rentang konsentrasi 0,5-5%. Dibandingkan AHA, BHA mengandung pelembap. Oleh karena itu, produk perawatan wajah yang mengandung BHA lebih direkomendasikan untuk mengatasi masalah kulit berminyak karena bersifat mengeringkan.

3. PHA (Polyhidroxy Acid)

PHA (Polyhidroxy Acid) merupakan senyawa turunan dari AHA yang berfungsi mengelupas sel-sel kulit mati dan meratakan warna kulit.

Berbeda dengan AHA dan BHA, PHA, cenderung aman untuk kulit karena tidak menimbulkan iritasi atau membuatnya sensitif saat terkena sinar matahari. PHA bekerja sebagai chemical exfoliant, yang membantu proses eksfoliasi lapisan kulit terluar tanpa membuat kulit menjadi kering, namun menghidrasi kulit.

PHA juga dapat menyediakan asupan antioksidan untuk meningkatkan kolagen pada kulit wajah sehingga mengurangi proses penuaan. PHA lebih lembut dan ringan dibandingkan AHA, sehingga sangat cocok untuk pemilik kulit sensitif yang mudah iritasi. Beberapa jenis PHA yaitu gluconolactone, galactose, dan lactobionic acid. Jenis PHA yang paling umum ditemukan dalam produk perawatan kulit adalah Gluconolactone (sebagai antioksidan) dan lactobionic acid (dengan kemampuan menghidrasi).

Aturan Memakai PHA

PHA adalah jenis asam yang tolerable, artinya mudah digabung dengan kandungan lain. Namun, kandungan vitamin C dan retinol disarankan untuk tidak digabungkan dengan PHA karena pemakaian PHA dan vitamin C yang bersamaan akan menghilangkan manfaat dua kandungan tersebut. Sementara PHA dan retinol dapat menyebabkan iritasi.

Jadi sekarang sudah bisa menemukan perbedaan dan manfaat dari AHA, BHA, dan PHA, kan? Yuk, pilih kandungan bahan aktif di atas sesuai dengan jenis kulit dan permasalahan wajah kamu ya, semoga bermanfaat!

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram